Model Pembelajaran OIDDE pada Matakuliah Pengetahuan Lingkungan untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Biologi

Husamah Husamah, Diani Fatmawati, Dwi Setyawan

Abstract


Pembelajaran yang diterima mahasiswa calon guru biologi harus mendorong untuk berpikir kritis dan mampu menjadi problem solver. Salah satu pembelajaran yang secara teoritis dapat menstimulasi berpikir kritis adalah model pembelajaran OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, dan Engage in behavior). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model pembelajaran OIDDE dan menganalisis peningkatan sepuluh indikator keterampilan berpikir kritis. Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan Lesson Study. Subjek penelitian adalah 47 mahasiswa semester V yang menempuh mata kuliah Pengetahuan Lingkungan di Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus tindakan, setiap siklus terdiri dua kali pertemuan selama 3x50 menit. Masing-masing pertemuan dilaksanakan dengan Lesson Study yang memenuhi tahap Plan, Do, dan See serta digabungkan dengan tindakan kelas. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif, didukung dengan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) model pembelajaran OIDDE telah dilaksanakan sesuai sintaks, ada perbaikan proses pada tiap siklus, dan 2) kesepuluh indikator keterampilan berpikir kritis mengalami peningkatan, yaitu tujuan 16,9%, permasalahan 17,8%, menyikapi masalah 22,3%, sudut pandang 24,3%, informasi 19,5%, konsep 21,2%, asumsi 12,5%, alternatif solusi 8,1%, interpretasi 21,0%, dan implikasi 21,8%. Semua indikator pada siklus 2 berdasarkan rerata termasuk dalam kategori sangat baik.

 

OIDDE Learning Model in Environmental Science Course to Increase Critical Thinking Skills of Students of Biology Teacher Candidate. Learning received by biology teacher candidates students should encourage them to think critically and become problem solver. The learning model that theoretically could stimulate critical thinking is the OIDDE (Orientation, Identify, Discussion, Decision, dan Engage in behavior). This study aim to describe the application of OIDDE  learning model and to analyze the improvement of ten indicators of critical thinking skills. This research was a Classroom Action Research that conducted with Lesson Study. The research subject is 47 students, semester V, who take Environmental Science course in Biology Education Department, University of Muhammadiyah Malang. The study was conducted in 2 cycles, each cycle consisting of two meetings for 3x50 minutes. Each meeting is carried out with Lesson Study stages of Plan, Do, and See and combined with classroom action research. The data were analyzed descriptively qualitative supported with quantitative data. The results show that 1) OIDDE learning model has been implemented in according to syntax, the process improved in each cycle, and 2) ten indicators of critical thinking skills have increased, i.e. objective 16.9%, problem 17.8%, address the problem 22.3%, viewpoint 24.3%, information 19.5%, concept 21.2%, assumption 12.5%, alternative solution 8.1%, interpretation 21.0%, and implications 21.8%. All indicators in cycle 2 based on the average are excellent category.


Keywords


berpikir kritis, critical thinking, environmental course, OIDDE learning model, techer candidate

Full Text:

PDF

References


Afandi, Sugiyarto, & Sunarno, W. (2012). Pembelajaran biologi menggunakan pendekatan metakognitif melalui nodel reciprocal learning dan problem based learning ditinjau dari kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. INKUIRI, 1(2), 86–92.

Agustina, R., & Susantini, E. (2010). Penerapan perangkat pembelajaran pencemaran dan pelestarian lingkungan untuk melatih keterampilan berpikir kritis. In Prosiding Seminar Nasional Biologi (Vol. 7). Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Arikunto, S. (2001). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2005). Manajemen penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arnyana, I. B. P. (2004). Pengembangan perangkat model belajar berdasarkan masalah dipandu strategi kooperatif serta pengaruh implementasinya terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa sekolah menengah atas pada pelajaran ekosistem. (Disertasi Doktor yang tidak diterbitkan). Universitas Negeri Malang, Malang.

Arslan, S. (2012). The influence of environment education on critical thinking and environmental attitude. Procedia -Social and Behavioral Sciences, 55, 902–909. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.09.579

Atmojo, E. P. D. (2009). Upaya peningkatan aktivitas berpikir kritis melalui model tugas terstruktur dan kuis ( PTK pembelajaran matematika kelas VIII MTsN Cepogo Boyolali). (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

BSNP, T. P. P. (2010). Paradigma pendidikan nasional abad XXI. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Djamarah, S. B. (2000). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Doig, B., & Groves, S. (2011). Japanese lesson study: Teacher professional development through communities of inquiry. Mathematics Teacher Education and Development, 13(1), 77–93.

Ekawati, R., Susetyarini, E., Pantiwati, Y., & Husamah, H. (2015). Peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis dengan model pembelajaran cooperative integrated reading and composition (CIRC). JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 1(3), 298–306. https://doi.org/10.22219/JPBI.V1I3.2662.G3339

Fariati, E., Hudha, A. M., & Husamah, H. (2017). Pengetahuan dan keputusan etis siswa SMK Negeri 6 malang terhadap permasalahan perilaku seks pra nikah melalui model pembelajaran OIDDE. In Prosiding Seminar Nasional III Tahun 2017. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Harsanto, R. (2005). Melatih anak berpikir analitis, kritis, dan kreatif. Jakarta: Gramedia.

Hartiwiningsih. (2009). Penegakan hukum pidana lingkungan. Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Hudha, A. M. (2015). Kajian pengetahuan bioetika dan kemampuan pengambilan keputusan etis mahasiswa calon guru biologi. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi (hal. 530–538). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Hudha, A. M., Amin, M., Bambang, S., & Akbar, S. (2016a). Model pembelajaran OIDDE untuk pembelajaran bioetika. In Prosiding Seminar Nasional II Tahun 2016. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Hudha, A. M., Amin, M., Bambang, S., & Akbar, S. (2016b). Telaah model-model pembelajaran dan sintaksnya sebagai upaya pengembangan model pembelajaran “OIDDE.” JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(2), 109–124. https://doi.org/10.22219/JPBI.V2I2.3448.G4169

Husamah, H. (2015). Blended project based learning: Metacognitive awareness of biology education new students. Journal of Education and Learning, 9(4), 274–281. https://doi.org/10.11591/EDULEARN.V9I4.2121

Husamah, H. (2015). Blended project based learning: Thinking skills of new students of biology education department (environmental sustainability perspective). Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 4(2), 110–119. https://doi.org/10.15294/JPII.V4I2.3878

Husamah, H. (2016). Penerapan tugas menulis jurnal belajar terhadap nilai akhir mahasiswa pada mata kuliah pengantar pendidikan di Prodi Pendidikan Biologi FKIP - UMM. In Prosiding Seminar Nasional II Tahun 2016 (hal. 1175–1181). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Husamah, H., & Pantiwati, Y. (2014). Cooperative learning STAD-PjBL: Motivation, thinking skills, and learning outcomes in biology students. International Journal of Education Learning & Development (IJELD), 2(1), 77–94.

Jariyah, I. A. (2017). The effect of inquiry combined science-technology-society (STS) learning to enhance critical thinking skills on science. JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.22219/JPBI.V3I1.3888.G4602

Karjalainen, A., Alha, K., & Jutila, S. (2006). Give me time to think: determining student workload in higher education. Oulun Yliopisto, Finland: Oulu University Press.

Karyana, N. (2013). Meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penggunaan metode studi kasus. Bandung: Widyaiswara LPMP Jawa Barat.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2013). The action research planner: doing critical participatory action research. London: Springer Science & Business Media.

Khoiriyah, S., & Ristianti, R. (2011). Kesadaran lingkungan dan motivasi berprestasi siswa SMA Negeri I Depok tahun 2010/2011 dalam kegiatan Toyota EcoYouth (TEY). BIOEDUKASI, 4(2), 13–22.

Kusni, M. (2010). Implementasi sistem pembelajaran blended learning pada kuliah AE3121 getaran mekanik di Program Studi Aeronotika dan Astronotika. In Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin (SNTTM) ke-9.

Lewis, C. C. (2002). Lesson study : a handbook of teacher-led instructional change. Philadelphia: Research for Better Schools, Inc.

Machin, A. (2014). Implementasi pendekatan saintifik, penanaman karakter dan konservasi pada pembelajaran materi pertumbuhan. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 3(1), 28–35. https://doi.org/10.15294/jpii.v3i1.2898

McCormick, N. J., Clark, L. M., & Raines, J. M. (2015). Engaging students in critical thinking and problem solving: A brief review of the literature. Journal of Studies in Education, 5(4), 100–113. https://doi.org/10.5296/jse.v5i4.8249

Minarno, E. B. (2012). Pembelajaran bioetika sebagai pengawal perkembangan biologi modern dan penyelamatan lingkungan hidup. Jurnal el-Hayah, 3(1). https://doi.org/10.18860/elha.v3i1.2217

Nasihin, N. (2015). Internalisasi nilai-nilai agama islam dalam pembinaan akhlak mulia. Ummul Quro, 5(Jurnal Ummul Qura Vol V, No. 1, Maret 2015), 1–10.

Oak, M. (2009). Simple Yet Practical Tips on Developing Critical Thinking Skills. Diambil 12 September 2017, dari https://www.buzzle.com/articles/developing-critical-thinking-skills.html

Pantiwati, Y. (2015). Pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam lesson study untuk meningkatkan metakognitif. JURNAL BIOEDUKATIKA, 3(1), 27–32. https://doi.org/10.26555/bioedukatika.v3i1.4144

Pary, C. (2010). Keanekaragaman dan kepadatan kepiting bakau (Scylla spp) pada kawasan hutan mangrove teluk kotania kabupaten seram bagian barat sebagai bahan pengembangan materi praktikum ekologi di perguruan tinggi. (Thesis tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.

Peter, E. E. (2012). Critical thinking: Essence for teaching mathematics and mathematics problem solving skills. African Journal of Mathematics and Computer Science Research, 5(3), 39–43. https://doi.org/10.5897/AJMCSR11.161

Prasetiyo, N. A., & Perwiraningtyas, P. (2017). The Development of Environment based Textbook in Biology Course at Tribhuwana Tunggadewi University. JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 3(1), 19–27. https://doi.org/10.22219/JPBI.V3I1.3969.G4604

Puspitasari, E., Sumarmi, S., & Amirudin, A. (2016). Integrasi Berpikir Kritis dan Peduli Lingkungan melalui Pembelajaran Geografi dalam Membentuk Karakter Peserta Didik SMA. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 1(2), 122–126.

Quinn, C. (2012). Studies on Critical Thinking for Environmental Ethics. University of Nebraska. Diambil dari http://digitalcommons.unl.edu/aglecdiss

Rosnawati, R. (2012). Berpikir kritis melalui pembelajaran matematika untuk mendukung pembentukan karakter siswa. In Seminar Nasional Pendidikan (hal. 1–9). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Rozak, A., & Fauziah, E. (2013). Implementasi lesson study sebagai upaya peningkatan kompetensi pedagogik guru bahasa indonesia di SMP kabupaten Cirebon. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v13i1.754

Saragih, S. (2008). Mengembangkan keterampilan berfikir matematika. In Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Setyaningrum, Y., & Husamah, H. (2011). Optimalisasi penerapan pendidikan karakter di sekolah menengah berbasis keterampilan proses: Sebuah perspektif guru IPA-Biologi. Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan, 1(1), 69–81.

Setyawan, D. (2017). Penerapan model pembelajaran OIDDE pada matakuliah zoologi vertebrata untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan hasil belajar mahasiswa pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Malang. In Prosiding Seminar Nasional III Tahun 2017 (Vol. 0, hal. 196–203). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Sidharta, A., & Darliana, D. (2005). Keterampilan berfikir. Bandung: P3GIPA, Ditjend Dikdasmen Depdiknas.

Siswandari, A. M., Hindun, I., & Sukarsono, S. (2016). Phytoremediation of phosphate content in liquid laundry waste by using echinodorus paleafolius and equisetum hyemale used as biology learning resource. JPBI: Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(3), 222–230. https://doi.org/10.22219/jpbi.v2i3.3860

Snyder, L. G., & Snyder, M. J. (2008). Teaching critical thinking and problem solving skills. The Delta Pi Epsilon Journal, 50(2), 90–99.

Suharyat, Y. (2009). Hubungan antara sikap, minat dan perilaku manusia. Jurnal Region, 1(3), 1–19.

Surya, H. (2013). Cara belajar orang genius. Jakarta: Elexmedia.

Susetyarini, R. E., Wahyuni, S., & Latifa, R. (2015). Kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada matakuliah embriologi dan reproduksi hewan melalui lesson study. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi 2015 (hal. 774–781). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Susilo, H. (2009). Combining lesson study (LS) and classroom action research (CAR) for teacher professional development. CoSMEd 2009 Proceedings, 77–84.

Syamsuri, I., & Ibrohim. (2011). Lesson study (studi pembelajaran). Malang: UM Press.

Turista, D. D. R. (2017). Biodegradation of organic liquid waste by using consortium bacteria as material preparation of environmental pollution course textbook. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 3(2), 95. https://doi.org/10.22219/jpbi.v3i2.4322.g4734

Wehmeyer, M. L. (2007). Promoting self-determination in students with developmental disabilities. New York: Guilford Press.

Yafie, A. (2006). Merintis fiqh lingkungan hidup. Jakarta: Yayasan Amanah.

Yanfa’ani, P. S., Maridi, & Dwiastuti, S. (2015). The influence of active knowledge sharing based contexstual learning models toward biology critical thingking. Jurnal Pendidikan Biologi, 7(1), 28–39.




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/bioedukatika.v5i2.7321

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JURNAL BIOEDUKATIKA
ISSN 2338-6630 (Print)
ISSN 2541-5646 (Online)

Published by Universitas Ahmad Dahlan


View J.BIOEDUKATIKA Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.