Fatwa di Indonesia: Perubahan Sosial, Perkembangan dan Keberagamaan

Niki Alma Febriana Fauzi

Abstract


Dalam tulisan ini saya akan mendiskusikan tentang fatwa di Indonesia, terutama sejarah, perkembangan, keberagaman dan penggunaannya sebagai instrumen perubahan sosial. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah memainkan peran penting dalam pengembangan pemberian fatwa.  Sebelum institusi fatwa muncul di Indonesia pada abad ke-20, Muslim lokal Indonesia telah meminta fatwa kepada salah seorang grand mufti di Arab Saudi. Akan tetapi selama satu abad terakhir ini, paling tidak telah ada tiga institusi fatwa dan juga dua fatwa individual yang telah muncul dan memberikan fatwa kepada Muslim Indonesia. Kesimpulan saya dalam tulisan ini adalah bahwa fatwa di Indonesia lebih beragam pada sisi konten dan otoritas pemberinya dibandingkan di negara Islam yang lain. Selain itu fatwa di Indonesia tidak hanya menjadi sumber tuntunan keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting perubahan sosial dalam masyarakat.

Keywords


Fatwa; Instumen Perubahan Sosial; Muslim Indonesia

Full Text:

PDF

References


a. Sumber dari Buku

Al-Qaraḍāwī, Yūsuf. 1998. Al-Fatwā bayna al-Inḍibāṭ wa al-Tasayyub, Kairo: Dār al-Shaḥwah li al-Nasyr wa al-Tawzīʻ.

Al-Zarqā, Muṣṭafā. 1418/1919. Al-Madkhal al-Fiqhī al-‘Āmm. Damaskus: Dār al-Qalam.

Anwar, Syamsul. 2007. Studi Hukum Islam Kontemporer. cet. ke-1. Jakarta: RM Books.

. 2012. Kata Pengantar untuk buku Tanya Jawab Agama Jilid 5. (edisi khusus). cet. ke-7. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Hooker, M.B. 2003. Indonesian Islam: Social Change Through Contemporary Fatāwā. Honolulu, Hawai’i: University of Hawai’i Press.

Mudzhar, Atho. 1993. Fatwas of the Council of Indonesian Ulama: A Study of Islamic Legal Thought in Indonesia 1975-1988. Jakarta: INIS.

Noer, Deliar. 1994. Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942. cet. ke-7. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Sairin MTh, Weinata. 1995. Gerakan Pembaruan Muhammadiyah. cet. ke-1. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

b. Sumber dari Jurnal

Anwar, Syamsul. 2005. Fatwā, Purification and Dynamization: A Study of Tarjīḥ in Muhammadiyah. Islamic Law and Society, Vol. 12, No. 1.

. 1434/2013. Metode Usul Fikih untuk Kontekstualisasi Pemahaman Hadis-Hadis Rukyat. Jurnal Tarjih, Vol. 11, No.1.

Black, Ann dan Hosen, Nadirsyah. 2009. Fatwas: Their Role in Contemporary Secular Australia. Griffith Law Review, Vol. 18, No. 2.

Burhanuddin, Jajat. 2005. Aspiring for Islamic Reform: Southest Asian Request for Fatwās in al-Manār. Islamic Law and Society, Vol. 12, No. 1.

Caeiro, Alexandre. Oktober 2006. The Shifting Moral Universe of the Islamic Tradition of Iftā: A Diachronic Study of Four Adab al-Fatwā Manuals. The Muslim World, Vol. 96, No. 4.

Hallaq, Wael B. 1994. From Fatwās to Furūʻ: Growth and Change in Islamic Substantive Law. Islamic Law and Society, Vol. 1, No. 1.

Hosen, Nadirsyah. 2004. Behind the Scenes: Fatwas of Majelis Ulama Indonesia (1975-1998). Journal of Islamic Studies, Vol. 15, No. 2.

. Juni 2004. Nahdlatul Ulama and Collective Ijtihad. New Zealand Journal of Asian Studies, Vol. 6, No. 1.

. 2012. Hilal and Halal: How to Manage Islamic Pluralism in Indonesia. Asian Journal of Comparative Law, Vol. 7, No. 1.

. Desember 2002. Revelation in a Modern Nation State: Muhammadiyah and Islamic Legal Reasoning in Indonesia. The Australian Journal of Asian Law, Vol. 4, No. 3.

Ichwan, Moch. Nur. 2005. ’Ulamā’, State and Politics: Majelis Ulama Indonesia After Soeharto. Islamic Law and Society, Vol. 12, No. 1.

Kaptein, Nico J.G. 2005. Fatwās in Indonesia. Kata pengantar editor untuk Jurnal Islamic Law and Society, Vol. 12, No. 1.

. 2004. The Voice of the ‘ulamā: Fatwas and Religious Authority in Indonesia. Archives de Siences Sociales Des Religions, Vol. 49e, No. 125.

Laffan, Michael. 2005. The Fatwā Debated? Shūrā in One Indonesian Context. Islamic Law and Society, Vol. 12, No. 1.

Masud, Muhammad Khalid. 2009. The Significance of Istiftā’ in the Fatwā Discourse. Islamic Studies, Vol. 48, No. 3.

Rusli. Desember 2011. Tipologi Fatwa di Era Modern: Dari Offline ke Online. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, Vol. 8, No. 2.

c. Sumber dari Buku Kumpulan Tulisan (Book Chapter)

Mudzhar, Atho (2012). “Prolog: Fatwa MUI Sebagai Obyek Kajian Hukum Islam dan Sumber Sejarah Sosial”. Atho Mudzhar et al. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dalam Perspektif Hukum dan Perundangan-Undangan. cet. ke-2. Jakarta: Badang Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Huda, Qomarul (2012). “Otoritas Fatwa Dalam Konteks Masyarakat Demokratis: Tinjauan Atas Fatwa MUI Pasca Orde Baru,” Atho Mudzhar et al. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dalam Perspektif Hukum dan Perundangan-Undangan. cet. ke-2. Jakarta: Badang Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

d. Sumber dari Tesis atau Disertasi

Niam, M. Asrorun (2008). Sadd al-Dzari’ah dan Aplikasinya dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Unpublised Thesis.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Hukum Novelty

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Hukum Novelty

ISSN (Print): 1412-6834

ISSN (Online): 2550-0090

Creative Commons License
This journal is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

view Jurnal Hukum Novelty Stats