ANALISIS MODEL MATEMATIKA PADA KANKER SERVIKS DENGAN PENGELAKAN SISTEM IMUN DAN TERAPI SiRNA

Rara Sandhy Winanda, Joko Purwadi

Abstract


Pada penelitian ini dibahas tentang dinamika interaksi antara sistem imun dan sel kanker serviks. Model matematika yang terbentuk berupa sistem persamaan biasa non linear yang menjelaskan hubungan interaksi antara sel kanker serviks, sistem imun, senyawa sitokin IL-2, dan senyawa TGF-.  Pertumbuhan sel kanker serviks dipicu oleh senyawa TGF- dan dihambat oleh pemberian terapi siRNA. Terapi ini bekerja mengurangi jumlah sel kanker serviks dengan menghambat sintesis mRNA yang menambah jumlah sel kanker serviks. Tujuan penulisan paper ini adalah menganalisis dua hal tentang kestabilan titik ekuilibrium bebas kanker dan eksistensi titik ekuilibrium infeksi HPV. Berdasarkan analisis model matematika terhadap lima titik ekuilibirium, yaitu terdiri dari tiga titik ekuilibirum bebas kanker dan dua titik ekuilibrium infeksi HPV, dua titik ekuilibrium bebas kanker bersifat tak stabil dan satu titik ekuilibrium stabil asimtotik dengan syarat tertentu, dan dua titik ekuilibrium infeksi HPV masing-masingnya memuat akar dari polinomial pangkat empat dan pangkat enam. Eksistensi titik ekuilibrium infeksi HPV ditentukan untuk menjamin bahwa kasus ini dapat mempunyai interpretasi biologis.

 

 


Keywords


Kanker Serviks; Model Matematika; Imonoediting; Terapi siRNA.

Full Text:

PDF

References


Adi-Fajar, K, dan. Rara, S.W., 2016, Bifurcation Analysis of the Cervical Cancer Cells, Effector Cells, and IL-2 Compound Interaction with Immunotherapy. Far East Jounal of Mathematical Sciences. 99 :869-883.

Arciero., J.C., Jackson., T.L., Kirschner., D.E. 2004. A Mathematical Model of Tumor-Immune Evasion and siRNA Treatment. AIM Sciences. 4:39-58.

Dougan, M., and Dranoff, G. 2009. Annual Review of Immunology. Immunotheraphy for Cancer. 27 :83-117.

Garcea, R.L., 2007. The Papillomaviruses, Springer, New York.

Hakim, L., 2010. Biologi dan Patogenesis Human Pappilomavirus. PKB. New Perspective of Sexually Transmitted Problem. P. 164-180.