Regulasi emosi dan parenting stress pada ibu bekerja

Fathana Gina, Yulia Fitriani

Abstract


Ibu dengan peran ganda atau dengan istilah ibu bekerja pada umumnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan dengan ibu yang tidak bekerja. Oleh karena itu, peluang ibu bekerja untuk merasakan lelah baik secara fisik maupun emosional akan jauh lebih besar sehingga penting untuk mengetahui faktor yang memprediksi stress pada ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi regulasi emosi terhadap parenting stress pada ibu bekerja. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian adalah ibu bekerja yang memiliki anak dengan total jumlah 318 orang. Penelitian menggunakan dua alat ukur, yaitu skala regulasi emosi dengan nilai koefisien reliabilitas 0,831 dan skala parenting stress dengan nilai koefisien reliabilitas 0,71. Analisis data menggunakan teknik regresi sederhana dan diolah dengan menggunakan program SPSS 23 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa regulasi emosi mampu memprediksi parenting stress secara signifikan dengan nilai F=15.838 dan p=0,000 (p<0,001). Nilai R square 0,048 artinya regulasi emosi mampu memberikan sumbangan efektif terhadap parenting stress sebesar 4,8%, sedangkan 95,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi emosi secara signifikan mampu memprediksi parenting stress.


Keywords


ibu bekerja; parenting stress; regulasi emosi

Full Text:

PDF

References


Apreviadizy, P., & Puspitacandri, A. (2014). Perbedaan stres ditinjau dari ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1), 58–65. https://media.neliti.com/ media/publications/127612-ID-perbedaan-stres-ditinjau-dari-ibu-bekerj.pdf.

Berry & Jones. (1995). The parental stres scale: Initial psychometric evidence. Sage Journals, 12(3). https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0265407595123009.

Fitriani, A., & Ambarini, T. K. (2013). Hubungan antara hardiness dengan tingkat stres pengasuhan pada ibu dengan anak autis. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 02(2). http://www.journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jpkkc9b6c2dcddfull.pdf.

Garnefski, N., Kraaij, V., & Spinhoven, P. (2001). Negative life events, cognitive emotion regulation and emotional problems. In Personality and Individual Differences (pp.1311–1327). file:///C:/Users/asus/Downloads/1887_14275Garnefski,_Kraaij&amp%3B_ Spinhoven1.pdf.

Gross, J. J. (1998). Antecedent-and response-focused emotion regulation : Divergent consequences for experiences, expression, and physiology. Journal of Personality and Social Psychology, 74(1), 224–237. https://sci-hub.se/10.1037//0022-3514.74.1.224.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationship, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362. https://sci-hub.se/https://doi.org/10.1037/0022-3514.85.2.348.

Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2007). Emotion regulation: Conceptual foundations. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of Emotion Regulation. New York: Guilford Press.

Harlinda, W. (2018). Hubungan antara dukungan sosial dan hardiness dengan stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak autis. Universitas Muhammadiyah Surakarta. http://eprints.ums.ac.id/61010/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf.

Hidayati, E. (2013). Peran pendampingan regulasi emosi terhadap perilaku maltreatment pada ibu dari anak GPP/H. Humanitas, 10(2). file:///C:/Users/asus/Downloads/337-368-1-PB.pdf.

Ikasari, A., & Kristiana, I. F. (2017). Hubungan antara regulasi emosi dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak Cerebral Palsy. Jurnal Empati, 6(4), 323–328. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/20101/18971.

Kim, A. (2015). Study on the effect of working mom ’ s conflict between job and nurturing on parenting stress-focus on mediating effect of core competence in nurturing, (8 October). file:///C:/Users/asus/Downloads/Article81.pdf.

Lestari, S. (2018). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga (5th ed.). Jakarta: Prenadamedia Group.

Maharrani, A. (2019). Ibu bekerja 40 persen lebih stres. https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/ibu-bekerja-40-persen-lebih-stres.

Mappiare, A. (2003). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Periantalo, J. (2016). Penelitian kuantitatif untuk psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Purnomo, J. C., & Kristiana, I. F. (2016). Hubungan antara dukungan sosial suami dengan stres pengasuhan istri yang memiliki anak retardasi mental ringan dan sedang. Jurnal Empati, 5(3), 507–512. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/ 15392/14884.

Yasmin, P. A. (2016). Memahami Stres yang Rentan Dialami Ibu Bekerja. https://health.detik.com/ulasan-khas/d-3377897/memahami-stres-yang-rentan-dialami-ibu-bekerja.




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/jptp.v2i2.18094

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2020 Universitas Ahmad Dahlan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan
Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta - 55161
Telp. (0274) 563515, ext. 4902; Fax. (0274) 564604
Email: jptp@psy.uad.ac.id


 e-ISSN: 2715-2456


Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

View My Stats