PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL DAUN SOSOR BEBEK DALAM SEDIAAN PASTA GIGI

Rahmah Elfiyani, Elly Wardani, Umi Wardiyani

Abstract


Daun sosor bebek merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional, karena memiliki khasiat sebagai antipiretik, diuretik, insektisida dan antibakteri.Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antibakteri sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% daun sosor bebek terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Dilanjutkan pembuatan sediaan pasta gigi ekstrak daun sosor bebek pada konsentrasi ekstrak 0%, 5%, 10%, 20% dan dilakukan evaluasi fisik serta uji aktivitas antibakteri dengan metode dilusi. Data yang didapat dianalisis secara statistik dengan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Tukey.  Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pada konsentrasi ekstrak 5% memiliki rata-rata koloni sebesar 84, ekstrak 10%; 69,67, ekstrak 20%; 44,33, plasebo 366 dan pasta gigi pembanding 43,33. Ekstrak etanol 96% daun sosor bebek sebesar 10% dan 20% dalam sediaan pasta gigi dapat menghambat pertumbuhan koloni S.mutans sebaik produk komersial.


Keywords


daun sosor bebek, Streptococcus mutan, pasta gigi, sifat fisik, aktifitas antimikroba

Full Text:

PDF

References


Agoes G, 2012, Sediaan Farmasi Likuida-Semisolid (SFI-7), Institut Teknologi Bandung, p 25-28, 334-335.

Atikah N, 2013, Uji Aktivitas Antimikroba Ekstrak Herba Kemangi (Ocimum americanum L.) terhadap Staphilococcus aureus dan Candida albicans, Skripsi, Fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan program studi Farmasi, UIN Syarifhidayatullah.

Departemen Kesehatan RI., 2008, Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I. Jakarta, p 174-179.

Elfiyani R, Naniek SR, Sri DM, and Siti M, 2015, Perbandingan antara penggunaan bahan pengikat dan humektan terhadap sifat fisik sediaan pasta gigi ekstrak etanol 96% daun sosor bebek, Media Farmasi, Vol 12 No. 2 : 139-151.

Harmita dan Radji M, 2008, Buku Ajar Analisa Hayati, Edisi III, Editor : July Manurung, Buku Kedokteran, p 8-9.

Jawetz, Mellnick, dan Adelberg, 2007, Mikrobiologi Kedokteran, Edisi 23, EGC, p 190-191.