DELIGNIFIKASI BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) DENGAN EKSTRAK ABU JERAMI PADI DAN KAYU

Endah Sulistiawati, Imam Santosa

Abstract


Kebutuhan tekstil di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.
Selama ini pemenuhan tekstil sebagian besar diimpor dari beberapa negara, antara lain: India, China,
dan Jepang. Di sisi lain, Indonesia merupakan negara agraris, dengan limbah pertanian yang melimpah.
Juga tanaman bambu tumbuh subur dan banyak terdapat di negeri ini. Keunggulan serat tekstil bambu
adalah bersifat antiseptik, tahan terhadap mikroba. Penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam
pembuatan serat tekstil alami dari bambu petung (Dendrocalamus asper) dan limbah pertanian yaitu abu
jerami padi dan kayu, yaitu tahap delignifikasi. Tujuan penelitian ini mencari waktu perendaman bambu
dalam ekstrak abu yang memberikan hasil terbaik.
Bambu dipotong dan dibelah tipis, berukuran panjang 15 cm, setebal 0,5 mm. Mula-mula
sampel bambu ditimbang (antara 12 sampai 57 gram), lalu direndam dalam ekstrak abu (jerami padi dan
kayu) sebanyak 500 ml dalam sebuah botol berkapasitas 600 ml dan ditutup. Perendaman dilakukan
pada suhu kamar. Waktu perendaman bervariasi dari 4 jam hingga 80 jam. Setelah perendaman selesai,
hasil disaring. Sampel filtrat dititrasi untuk diketahui konsentrasi alkali aktifnya. Bambu yang telah
direndam lalu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 110ºC sampai berat tetap. Selisih berat antara
bambu awal dan akhir (kering) dihitung, dan dianggap sebagai lignin yang terdegradasi.
Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi
memberikan hasil yang lebih baik dari pada ekstrak abu kayu, karena pengurangan berat padatan lebih
besar. Hasil yang tertinggi pada perendaman menggunakan ekstrak abu jerami padi selama 76 jam,
dengan selisih berat (basis kering) mencapai 44,5%.

Kata kunci: delignifikasi; bambu petung; ekstrak abu.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.12928/si.v10i2.1631

Article Metrics

Abstract