Hubungan antara regulasi emosi dan penyesuaian diri dengan stres perawat yang bertugas di ruang isolasi pasien Covid-19

Widya Riyani, Faridah Ainur Rohmah

Abstract


Tingginya angka pasien Covid-19 saat ini turut berdampak pada kelelahan perawat, khususnya perawat yang langsung bersentuhan dengan pasien Covid di ruang islosasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor yang memiliki hubungan dengan tinggi rendahnya tingkat stres perawat yang menangani secara langsung pasien Covid-19 di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan penyesuaian diri dengan stres perawat yang bertugas di ruang isolasi pasien Covid-19. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Subjek penelitian yaitu 70 perawat diruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Praya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala stres, skala regulasi emosi, dan skala penyesuaian diri. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS 16.0 for windows. Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukan R= 0,442 dengan p=0,001 (p<0,01) yang berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara regulasi emosi dan penyesuaian diri dengan stres perawat yang bertugas di ruang isolasi. Hasil uji korelasi product moment Pearson antara regulasi emosi dengan stres menghasilkan nilai rxy=-0,358 dan p= 0,023 (p<0,05). Hasil uji korelasi antara penyesuaian diri dengan stres menghasilkan nilai rxy=-0,333 dan p=0,48 (p<0,05). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan negatif antara regulasi emosi dengan stres. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah stres sebaliknya semakin rendah regulasi emosi maka akan semakin tinggi stres. Selain itu ada hubungan negatif antara penyesuaian diri dengan stres. Semakin tinggi penyesuaian diri maka semakin rendah stres sebaliknya semakin rendah penyesuaian diri maka akan semakin tinggi stres.

Keywords


penyesuaian diri; regulasi emosi; stres

Full Text:

PDF

References


Anggraini, I. P., & Nanda, D. P. (2021). Effects of social support toward working stress of the nurses of X hospital. STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan. vol. 10. No. 1, 1127-1137.

Arishanti, N., & Juniarly, A. (2019). Hardiness, penyesuaian diri dan stres pada siswa taruna. Jurnal Psikologi, Vol. 4, No.2.

Detiknews. (2020). Kapan Sebenarnya corona pertama kali masuk RI? . Online. Diunduh dari https://news.detik.com/berita/d-4991485/kapan-sebenarnya-corona-pertama-kali-masuk-ri. 21 Mei 2020.

Dinas Kesehatan NTB. (2020). Data statistik Covid-19 NTB. Online. Diunduh dari https://corona.ntbprov.go.id/. 21 Mei 2020.

Gitosudarmo & Sudita (2000). Perilaku keorganisasian, edisi pertama. Yogyakarta: Erlangga.

Goleman, D. (2003). Emotional intelligence. Jakarta: PT Gramedia.

Gross, J. J. (1999). Emotion regulation: past, present, future. Journal Cognition and Emotion 1999, Vol. 13, No.5, 551-573.

Hadi, S. (2003). Metodologi research. Yogyakarta: Pustaka Andi.

Handono, O., & Bashori, K. (2013). Hubungan antara penyesuaian diri dan dukungan sosial terhadap stres lingkungan pada santri baru. Empathy, vol. 1, No. 2, 79–89.

Hardjana, A. (1994). Stres tanpa distress seni mengolah stres. Yogyakarta: Kanisius.

Ikasari, A., & Kristiana, I. (2017). Hubungan antara regulasi emosi dengan stres pengasuhan ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Jurnal Empati, vol. 6, No. 4, 323–328.

Kadi, A. R., Bahar, H., & Sunarjo, I. S. (2020). Hubungan antara regulasi emosi dengan stres akademik pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas Halu Oleo. Jurnal Sublimpasi, vol. 1, No. 2.

Lai, J., Ma, S., Wang, Y., Cai, Z., Hu, J., Wei, N., & ... (2020). Factors associated with mental health outcomes among health care workers exposed to coronavirus disease 2019.JAMA Network Open.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2005). Pengantar psikologi abnormal. Bandung: Erlangga.

Nugraheni, H., Wiyatini, T., & Wiradona, I. (2018). Kesehatan masyarakat dalam determinan sosial budaya. Yogyakarta: CV. Budi Utama.

Pusvitasari, P., Wahyuningsih, H., & Astuti, Y. D. (2016). Efektivitas pelatihan regulasi emosi untuk menurunkan stres kerja pada anggota reskrim. Jurnal Intervensi Psikologi, vol. 8, No.1.

Robbins, S., & Judge, T. (2012). Organizational behavior (15th ed). British Library.

Santrock, J. W. (2003). Adolescene: Perkembangan remaja. Jakarta: Erlangga.

Schneider, A. (1964). Personal adjusment and mental health. Holt: Rinehart and Winston.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhaya, I., & Sari, H. (2019). Tingkat stres perawat dalam merawat pasien dengan penyakit menular di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. JIM FKEP, Vol.4, No.1.

Taylor C, Lilis C, LeMone. P. (1997). Fundamental of nursing: The art and science of nursing care. Philadelphia: Lippinoot-Raven Publishers.

Thompson, R. A. (1994). Emotion regulation: A theme in search of definition. Monographs of the Society for Research in Child Development.

Vandestra, M. (2018). Ibadah shalat tahajud sebagai terapi penyembuhan penyakit kanker dan stress. Jakarta: Dragon Promedia.

World Helath Organization (2020). Coronavirus. world health organization. Online. Diunduh dari https://www.who.int/indonesia/news/novel-coronavirus/qa-for-public. 21 Mei 2020.




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/jptp.v3i1.20476

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2021 Widya Riyani, Faridah Ainur Rohmah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan
Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta - 55161
Telp. (0274) 563515, ext. 4902; Fax. (0274) 564604
Email: jptp@psy.uad.ac.id


 e-ISSN: 2715-2456


Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

View My Stats