Psikoterapi Islam pada pecandu narkoba di Pondok Pesantren Bidayatussalikin Sleman Yogyakarta

Rosmaliana Rosmaliana, Siti Bahiroh

Abstract


Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi maraknya kasus narkoba adalah dengan rehabilitasi.  Sejauh ini pemerintah banyak melakukan kerjasama dengan berbagai pusat rehabilitasi, salah satunya yayasan pondok pesantren Bidayatussalikin dengan metode yang relatif berbeda dari metode yang digunakan oleh pusat rehabilitasi pada umumnya, yaitu dengan pendekatan psikoterapi Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menjelaskan proses, manfaat, dan faktor pendukung serta penghambat proses psikoterapi Islam yang dilakukan pondok pesantren Bidayatussalikin, kepada santri (korban penyalahgunaan narkoba). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren Bidayatussalikin Sleman Yogyakarta yang sudah bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) dengan informan kunci yaitu terapis sekaligus pendiri pondok pesantren, konselor, musyrif, serta santri. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa proses psikoterapi Islam yang dilakukan di pondok pesantren Bidayatussalikin menggunakan pendekatan tasawuf yang meliputi takhalli, tahalli dan tajalli. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa manfaat psikoterapi Islam diantaranya, perkembangan fisik santri menjadi lebih baik, gangguan kecemasan para santri mulai menurun, santri dapat bersosialisasi dengan lingkungan, dan santri menjadi taat beribadah kepada Allah SWT. Selanjutnya faktor pendukung prosesi psikoterapi Islam adalah memiliki terapis yang ahli dalam bidangnya, serta sarana dan prasarana yang memadai. Sebaliknya, faktor penghambat proses psikoterapi Islam dikarenakan peran orang tua yang kurang konsisten dan karakter beberapa santri kurang baik.


Keywords


narkoba; pondok pesantren; psikoterapi Islam

Full Text:

PDF

References


Adz-Dzaky, M. H. B. (2001). Psikoterapi & konseling Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.

BNN. (2019, Januari 7). Pengertian narkoba dan bahaya narkoba bagi kesehatan. Retrieved from Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia: https://bnn.go.id/pengertian-narkoba-dan-bahaya-bagi-kesehatan/.

Fra, R. (2020, Juni 26). Wapres: Pengguna narkoba naik, generasi milenial rentan kena. Retrieved from CNN Indonesia. https//m.cnnindonesia.com/nasional/ 20200626132039-20-517818/wapres-pengguna-narkoba-naik-generasi-milenial-rentan-kena.

Hawi, A. (2018). Remaja pecandu narkoba: Studi tentang rehabilitasi integratif di panti rehabilitasi narkoba Pondok Pesantren Ar-Rahman Palembang. Tadrib, 4(1), 99-119. https://doi.org/10.19109/Tadrib.v4i1.1958.

Isgandarova, N. (2012). Effectiveness of Islamic spiritual care: Foundations and practices Of Muslim spiritual care givers. Journal of Pastoral Care and Counseling, 66(3), 1–14. https://doi.org/10.1177/154230501206600304.

Isgandarova, N., & O’Connor, T. (2012). A redefinition and model of Canadian Islamic spiritual care. Journal of Pastoral Care and Counseling, 66(2), 1–8. https://doi.org/10.1177/ 154230501206600207.

Keshavarzi, H., & Haque, A. (2013). Outlining a psychotherapy model for enhancing Muslim mental health within an Islamic context. The International Journal for the Psychology of Religion, 23, 230–249. https://doi.org/10.1080/10508619.2012.712000.

Khamim, N. (2018). Pondok pesantren dan penanggulan narkoba di Indonesia. Attaqwa, Vol. 14, 36-54.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. & Saldana. J. (2014). Qualitative data analysis, A methdos Sourcebook. Edition, 3.

Nainggolan, T. (2017). Hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan sosial pada pengguna NAPZA: Penelitian di Balai Kasih Sayang Parmadi Siwi. Sosio Konsepsia, 16. 2: 161-174.

Noegroho, A., Sulaiman, A. I., & Suryanto, S. (2018). Religious counseling as an informal education approach in rehabilitation of drug addicts. International Educational Research, 1(2), 57-57. https://doi.org/10.30560/ier.v1n2p57.

Pristiwiyanto, P. (2010). Psikoterapi Islami ala Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya sebagai alternatif penyembuhan depresi korban penyalahgunaan narkotika. Fikroh: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 4(1), 72-91.

Pemerintah Pusat. Undang-undang (UU) tentang Narkotika. LN. 2009/ No. 35, TLN NO. 5062, LL SETNEG: 58 HLM. https://peraturan.bpk.go.id/.

Rel, T. (2020, Februari 12). Yogyakarta peringkat lima besar provinsi rawan narkoba. Retrieved from Tobasatu.com: https://www.tobasatu.com/2020/02/12/yogyakarta-peringkat-lima-besar-provinsi-rawan-narkoba/.

Rothman, A., & Coyle, A. (2020). Conceptualizing an Islamic psychotherapy: A grounded theory study. Spirituality in Clinical Practice, 7(3), 197. https://doi.org/10.1037/scp0000219.

Sabry, W. M., & Vohra, A. (2013). Role of Islam in the management of psychiatric disorders. Indian Journal of Psychiatry, 55(6), S205–S214. https://doi.org/10.1037/scp0000219.




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/jptp.v3i1.19848

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2021 Universitas Ahmad Dahlan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan
Kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan
Jalan Pramuka No. 42, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta - 55161
Telp. (0274) 563515, ext. 4902; Fax. (0274) 564604
Email: jptp@psy.uad.ac.id


 e-ISSN: 2715-2456


Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

View My Stats