EVALUASI SEDIAAN FISIK EMULGEL MENGANDUNG MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria, (Berg.) Roscoe)

Nur Mahdi, Diky Mudhakir, Dolih Gozali

Abstract


Temu putih atau disebut juga kunir putih merupakan salah satu spesies dari famili
Zingiberaceae yang telah dikomersilkan penggunaan rimpangnya sebagai tanaman obat.
Komponen terbesar dari rimpang temu putih, yaitu minyak atsiri yang mempunyai efek
antiinflamasi. Penggunaan rimpang temu putih sebagai antiinflamasi di masyarakat
masih secara empiris, dengan mengoleskan air perahan rimpang temu putih pada kulit.
Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan minyak atsiri yang terkandung dalam temu
putih, dilakukan formulasi emulgel yang mengandung minyak atsiri dengan
penambahan PEG 8 beeswax agar didapat sediaan emulgel yang stabil, baik dan aman
digunakan. Tahap penelitian yang dilakukan meliputi penyiapan bahan, determinasi
bahan, skrining fitokimia, destilasi menggunakan uap-air, analisis komponen kimia
dengan GC-MS, serta uji kualitatif minyak atsiri dengan sediaan emulgel yang
mengandung minyak atsiri, formulasi emulgel mengandung minyak atsiri dengan
menggunakan emulsifying wax konsentrasi 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8%. Evaluasi sediaan
meliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, sentrifugasi, serta uji hedonik
sediaan. Berdasarkan hasil evaluasi pengamatan organoleptik, pH, viskositas,
sentrifugasi, serta uji hedonik sediaan menunjukkan bahwa kestabilan dalam batas
rentang yang dibolehkan. Formulasi emulgel yang terbaik ditunjukkan pada formula ke-
4 pada konsentrasi PEG 8 beeswax 8%.


Keywords


emulgel, minyak atsiri, rimpang temu putih, evaluasi

Full Text:

PDF

References


Fruijtier-Pölloth, C., 2005, Safety assessment on polyethylene glycols (PEGs) and their

derivatives as used in cosmetic products. Toxicology, 214(1–2), 1–38.

https://doi.org/10.1016/j.tox.2005.06.001

Guenter, E.,1987, Minyak Atsiri. Jakarta: UI-Press.

J.Sinko, P., & N.Martin, A., 2006, Martins Physical pharmacy and pharmaceutical

sciences. Lippincott williams & Wilkins,wolter kluwer.

https://doi.org/10.1097/00000441-196101000-00040

Ketaren., 1985, Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. PN Balai Pustaka. Jakarta.

Mansjoer, S., 1997, Efek Antiradang Minyak Atsiri Temu Putih (Curcuma zedoaria

Rosc., Zingiberaceae) terhadap Udem Buatan pada Tikus Putih Betina Galur

Wistar: The Antiinflammatory Effect Of The Essential Oil Of “Temu Putih.”

Jurnal i-lib UGM. Majalah Farmasi Indonesia. Retrieved from

https://repository.ugm.ac.id/24549/

Meenakshi, D., 2013, Emulgel A novel approach to topical drug delivery. International

Journal of Pharma and Bio Sciences, 4(1), 847–856.

Rita, W. S., 2010, Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Golongan

Triterpenoid Pada Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria (Berg) Roscoe).

Jurnal Kimia, 4(1), 20–26.

Rosyad, P. G. Y., 2009, Formulasi Gel Obat Jerawat Minyak Atsiri Daun Jeruk Nipis

(Citrus aurantifolia, Swingle) dan Daya Antibakteri (Propionibacterium acne)

Secara In Vitro. Surakarta : Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah.

Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/3378/1/K100040233.pdf

Singla, V., Saini, S., Joshi, B., & Rana, A. C. , 2012, Emulgel: A new platform for

topical drug delivery. International Journal of Pharma and Bio Sciences, 3(1),

P485–P498.

Wasitaatmadja, S. M., 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI-Press




DOI: http://dx.doi.org/10.12928/mf.v15i2.12657

Article Metrics

Abstract view : 73 times
PDF - 76 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Universitas Ahmad Dahlan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


Media Farmasi
p-ISSN 1412-7946 | e-ISSN 2503-5223
Published by Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Indonesia


This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


View Media Farmasi Stats