Pembinaan Moral Anak Jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta

Hendri Puguh Prasetyo, Muhammad Towil Umuri

Abstract


Fenomena Masalah kemerosotan moral akhir-akhir ini telah menjadi persoalan yang banyak menyita perhatian dari banyak kalangan, terutama dari masyarakat, Meskipun telah banyak usaha yang dilakukan untuk mengatasi masalah moral, namun hasilnya masih belum menggembirakan. Hal tersebut dapat dilihat dari perilaku para anak jalanan yang semakin hari menunjukkan gelagat yang kurang baik yang melahirkan pencitraan negatif oleh sebagian besar masyarakat terhadap anak jalanan yang diidentikan dengan pembuat onar, anak-anak kumuh, suka mencuri, suka mabuk-mabukan, free sex, sampah masyarakat yang harus diasingkan. Dari hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui cara pembinaan moral, kendala seperti apa yang dialami rumah singgah, serta upaya untuk mengatasi kendala yang ada di rumah singgah ahmad dahlan.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif, Penelitian ini yang menjadi subyek adalah Pembina Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta, sedangkan yang menjadi obyek adalah cara pembinaan moral anak jalanan di Rumah Singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi. Metode analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif.

Berdasarkan hasil analisis data, pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan yaitu Pembinaan Moral yang digunakan oleh Pembina dalam pembinaan moral anak jalanan di rumah singgah Ahmad Dahlan Yogyakarta adalah digolongkan menjadi 5 macam pembinaan, yakni 1) pembinaan dengan cara instruktif, 2) Pembinaan Ceramah, 3) Pembinaan Nasehat, 4) pembinaan Hukuman edukatif, 5) Pembinaan diskusi. Dari kelima pembinaan tersebut yang menjadi prioritas utama adalah pembinaan ceramah, karena pembinaan ceramah memberikan suatu pembinaan yang bersifat mendasar dalam mencegah sikap amoral dan merupakan pembinaan yang paling tepat untuk merubah sikap anak jalanan yang dilakukan sejak awal pembinaan. Karena ceramah berisi nilai-nilai keagamaaan yang menjadi kebutuhan jiwa manusia yang perlu dipenuhi. Dan Anak harus diberikan pembinaan agama sejak kecil agar terbina moral yang baik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.