REPRESENTASI PANGAN DALAM KOMUNIKASI RITUAL (Kajian Komunikasi Ritual dalam Perayaan Sekaten di Yogyakarta 2015 - 2016)

Rosalia Prismarini Nurdiarti

Abstract


Abstrak
Pangan merupakan bagian dari peradaban manusia. Pangan tidak sekedar memenuhi
kebutuhan hidup semata, tetapi juga mengandung sebuah relasi sosial, ekonomi dan politik.
Fenomena begitu lekatnya pangan dengan kehidupan keseharian kita hadir dalam wujud pangan
tradisional sebagai uborampe dalam tradisi Sekaten di Yogyakarta. Di sana, pangan merupakan
wujud kebudayaan yang berkaitan erat dengan cara manusia membangun pesan, komunikasi dan
interaksi kebudayaan. Pangan dalam ritual syukuran Sekaten, tidak terlepas dari konteks sosiohistoris
yang melingkupi masyarakat dankebudayaan Yogyakarta khususnya dan Jawa pada
umumnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan dalam ritual Sekaten merepresentasikan
bagaimana pangan lebih dari sekedar kebutuhan dasar, tetapi juga diyakini sebagai bagian dari
Berkah dan mampu memberikan rejeki pada anak turun mereka hingga kini. Sekaten
diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh raja
sebagai penguasa setempat dalam rangka menyiarkan agama Islam dan melestarikan tradisi yang
diwarisinya. Dalam situasi ekonomi global yang memprihatinkan termasuk Indonesia (juga
masyarakat suku Jawa di Yogyakarta), Sekaten tetap diselenggarakan tidak hanya terkait semata
tentang pangan tapi juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Kata kunci: sekaten, pangan, simbol, interpretasi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.