JURNAL VISUALISASI SINDROM SANGKAR KOSONG PADA FILM “MARAK”

Pius Rino Pungkiawan

Abstract


Intisari
Penurunan kondisi fisik, psikis, dan sosial membawa rasa kurang percaya diri, tidak berguna, kesepian bahkan depresi. Kemudian, rasa kesepian dan depresi karena kurangnya dukungan sosial keluarga khususnya anak dalam istilah psikologi dikenal sebagai sindrom sarang kosong. Sebagian besar perhatian manusia berfokus pada perkembangan dan pembangunan yang hanya identik dengan kaum muda. Banyak orang tua yang lebih fokus pada perkembangan dan permasalahan anaknya daripada orangtuanya atau kakek neneknya yang sudah lansia dan tidak produktif lagi. Fenomena sindrom sarang kosong menjadi perlu diperhatikan karena masalah lansia sering terlupakan. Sindrom sarang kosong tidak bisa dilihat secara fisik sehingga butuh visualisasi untuk dapat mengerti bagaimana sindrom tersebut terjadi. Karya ini mefokuskan pada visualisasi sindrom sarang kosong yang diderita lansia. Visualisasi akan menggunakan metode penggunaan unsur naratif dan sinematik film. Dengan demikian diharapkan penonton dapat ikut merasakan sindrom sangkar kosong yang divisualisasikan dalam karya ini.
Kata-kata Kunci : Lansia, sindrom sarang kosong, visualisasi.film

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.12928/channel.v6i1.10212

Article Metrics

Abstract view : 92 times
PDF - 242 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Universitas Ahmad Dahlan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

...........................................................

Published by Universitas Ahmad Dahlan in collaboration with Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) and Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJKI).

ISSN 2339-2681 (print) and ISSN 2621-2579 (online)

Creative Commons License


Channel: Jurnal Komunikasi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View my stats