Validitas buku ilmiah populer tentang Echinodermata di Pulau Sembilan Kotabaru untuk siswa SMA di kawasan pesisir

M Fitriansyah, Yudi Firmanul Arifin, Danang Biyatmoko

Abstract


Pembelajaran dengan menggunakan buku ilmiah populer berdasarkan potensi lokal yang dimiliki sebuah daerah merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang sering muncul dalam pembelajaran materi invertebrata khususnya echinodermata yang memiliki materi cukup banyak dan kompleks. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas prototipe buku ilmiah populer yang berjudul “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan”. Metode penelitian yang digunakan ialah model pengembangan oleh Plomp dan Nieveen yang dibatasi sampai pada fase evaluasi formatif berdasarkan model Tessmer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ilmiah populer yang telah dikembangkan memperoleh kriteria sangat valid berdasarkan hasil validasi ahli dengan rata-rata persentase sebesar 88,02% dan guru mitra dengan persentase sebesar 90,1%, sedangkan berdasarkan uji perorangan buku ilmiah populer ini mendapatkan kriteria sangat baik dengan persentase rata-rata sebesar 90,1%. Hasil tersebut menggambarkan bahwa buku ilmiah populer yang telah dikembangkan memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi karena telah bersifat kontekstual, memiliki bahasa yang mudah dipahami, memiliki tampilan yang menarik, sesuai dengan pembelajaran saintifik, dan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Buku ilmiah populer “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan” dapat menjadi media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa pada materi echinodermata.

 

The validity of echinodermata's popular scientific book in Pulau Sembilan Kotabaru for senior high school students' in the coastal area. Learning by using popular scientific books based on local potential owned by a region is one solution that can be used to overcome the problems that often arise in the learning of invertebrate materials, especially echinoderms that have enough material and complex. This development research aims to describe the validity of the prototype of a popular scientific book entitled “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan”. The research method used is a development model by Plomp and Nieveen which is limited to formative evaluation phase based on Tessmer model. The results showed that the popular scientific books that have been developed to obtain criteria very valid based on the validation of experts with average percentage of 88.02% and partner teachers with a percentage of 90.1%, while based on the individual test of this popular scientific book get very criteria both with an average percentage of 90.1%. These results illustrate that popular scientific books that have been developed have a very high degree of validity because they are contextual, have a language that is easy to understand, has an attractive appearance, in accordance with scientific learning, and can develop critical thinking skills. The popular scientific book “Hewan Berduri dari Pesisir Pulau Denawan” can be a medium of learning to improve the quality of learning and student learning outcomes on echinodermata material.


Keywords


Validitas; Buku Ilmiah populer; Echinodermata; Penelitian pengembangan; Popular scientific books; validity; Research development

Full Text:

PDF

References


Achyani, A., Rustaman, N. Y., Redjeki, S., & Choesin, D. N. (2010). Model penulisan buku ajar biologi SMA berwawasan ekologi dan lokal untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. BIOEDUKASI (Jurnal Pendidikan Biologi), 1(1). https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v1i1.180

Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Aunurrahman. (2014). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: CV Alfabeta.

Barnawi, & Arifin, M. (2015). Teknik Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Dalman. (2014). Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dekdiknas. (2008). Pedoman Penulisan Buku Nonteks (Buku Pengayaan, Referensi, dan Panduan Pendidik). (Suherli, Ed.). Jakarta: Depdiknas.

Dharmono, Syahdi, N., & Muchyar. (2017). The development of handout on palm tree population structure at Rampah Manjangan Waterfall. In Proceedings of the 5th SEA-DR (South East Asia Development Research) International Conference 2017 (SEADRIC 2017). Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Ibrahim, M., & Subali, B. (2017). Pengembangan bahan ajar & pengembangan instrument pengukuran pembelajaran biologi. Banjarmasin: ULM Press.

Khairoh, L., Rusilowati, A., & Nurhayati, S. (2014). Pengembangan buku cerita IPA terpadu bermuatan pendidikan karakter peduli lingkungan pada tema pencemaran lingkungan. Unnes Science Education Journal, 3(2).

Lestari, I. (2012). Pengembangan bahan ajar berbasis kompetensi. Padang: Akademia.

Mahmud, H. (2013). Guru di tengah perubahan kurikulum. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 1(2), 111–124.

Millah, E. S., Budipramana, L. S., & Isnawati. (2012). Pengembangan buku ajar materi bioteknologi di kelas XII SMA IPIEMS Surabaya berorientasi sains, teknologi, lingkungan, dan Masyarakat (SETS). BioEdu, 1(1), 19–24.

Mulyadi. (2015). Tingkat keterbacaan reading materials dalam mata kuliah telaah teks bahasa inggris StAIN Pamekasan. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 12(1), 121–141.

Nontji, A. (2007). Laut Nusantara. Jakarta: Djambatan.

Pammai, K. (2014). Studi Keanekaragaman Anggrek di Kabupaten Merauke untuk Pengembangan Buku Ilmiah Populer sebagai Upaya Pelestarian Sumber Daya Lokal bagi Masyarakat di Kabupaten Merauke. Universitas Negeri Malang, Malang.

Pasemawati, A. Y., Fadiawati, N., & Tania, L. (2013). Pengembangan media animasi berbasis representasi kimia pada materi reaksi oksidasi reduksi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia, 2(3).

Plomp, T., & Nieveen, N. (2007). An introduction to educational design research. In Proceedings of the seminar conducted at the East China Normal University, Shanghai (PR China) (hal. 23–26).

Setiawan, M. E. (2017). Pengembangan Buku Ilmiah Populer untuk Masyarakat Pencinta Alam Melalui Eksplorasi Tumbuhan Survival di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Universitas Negeri Malang.

Setyosari, P. (2013). Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan. Jakarta: Kencana.

Suja, I. wayan. (2010). Pengembangan buku ajar sains SMP mengintegrasikan content dan context pedagogi budaya Bali. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(1), 79–88.

Sumiarta, I. N. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Hasil Penelitian Jenis Plankton Kawasan Pantai Angsana Kecamatan Angsana Sebagai Materi Pengayaan Konsep Protista Di SMA. Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Suryaman, M. (2012). Penggunaan Bahasa Di Dalam Penulisan Buku Nonteks Pelajaran. Jakarta: Pusat Kurikulum Dan Perbukuan Balitbang Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

Tessmer, M. (1993). Planning and conducting formative evaluations. London: Routledge.

Trianto. (2008). Mendesain pembelajaran kontekstual di kelas. Surabaya: Cerdas Pustaka.

Wibowo, W. (2008). Berani Menulis Artikel. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Widiatmoko, W. (2015). Analisis Kohesi dan Koherensi Wacana Berita Rubrik Nasional di Majalah Online Detik. Jurnal Sastra Indonesia, 4(1).

Zakyah. (2016, Januari 20). Pengaruh Struktur Pasir Terhadap Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau Di Sukamade Taman Nasional Meru Betiri Serta Pemanfaatanya Sebagai Buku Ilmiah Populer. Universitas Negeri Jember, Jember.




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/bioedukatika.v6i1.9423

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JURNAL BIOEDUKATIKA
ISSN 2338-6630 (Print)
ISSN 2541-5646 (Online)

Published by Universitas Ahmad Dahlan


View J.Bioedukatika Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.