Pengembangan video mengenai mangrove sebagai media pembelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan masyarakat di pesisir Jambi

Endah Puspita, Bambang Hariyadi, Muswita Muswita

Abstract


Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berupa video mengenai mangrove yang dapat digunakan oleh siswa SMA serta masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir. Pengembangan media dilakukan menggunakan model ADDIE. Data yang dikumpulkan meliputi data kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar validasi untuk ahli materi dan ahli media, serta angket yang diberikan kepada siswa dan masyarakat. Ujicoba produk dilakukan pada 12 siswa di SMAN 6 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi serta 9 kelompok masyarakat di Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur. Hasil validasi produk oleh ahli materi diperoleh penilaian sebesar 85% (kategori sangat layak) dan hasil validasi produk oleh ahli media diperoleh nilai sebesar 80% (kategori layak). Ujicoba pada siswa SMA menunjukkan adanya tanggapan yang sangat baik (85,4%) terhadap video yang dihasilkan. Demikian pula halnya dengan ujicoba pada kelompok masyarakat yang memberikan nilai 84,8% (kategori sangat baik). Berdasarkan hasil tersebut, video mengenai mangrove layak dan baik digunakan dalam membelajarkan mengenai mangrove, baik dari segi kualitas materi maupun media. Video pembelajaran mengenai mangrove dapat dimanfaatkan sebagai alternatif media pembelajaran untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.

 

The development of mangrove video instructional media for high school students and societies in the coastal areas of Jambi. This study aims to produce video learning media about mangrove. The media development used the ADDIE model. Data in this research include qualitative and quantitative data, collected by means of research instruments in the form of validation sheets for material and media expert. In addition questionnaires were filled in by students  of SMAN 6 East Tanjung Jabung as well as 9 community groups in the Sungai Itik Village, East Tanjung Jabung to assess the feasibility of the media. Video validation by material expert obtained value of 85% (very good category) , where as validation by media expert indicate value of 80% (good category). Students' responses to the videos are categorized as excellent (85,4%). Product trial with the community of Sungai Itik obtained public response of 84,8% (very good category). Based on the results obtained from the expert team, as well as responses from students and the community, the mangrove learning video is considered feasible in terms of both material and the media quality. The video can be used as a learning medium for mangrove learning either for students or for community.


Keywords


Media Pembelajaran; Media Video; Mangrove

Full Text:

PDF

References


Ali, M., & Ansori, M. (2014). Metodologi & aplikasi riset pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Andarini, T., Masykuri, M., & Sudarisman, S. (2012). Pembelajaran biologi menggunakan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui media flipchart dan video ditinjau dari kemampuan verbal dan gaya belajar. JURNAL INKUIRI, 1(2), 93–104. Diambil dari http://jurnal.pasca.uns.ac.id

Arsyad, A. (2007). Media pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Arsyad, A. (2013). Media pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.

Asyhar, R. (2012). Kreatif mengembangkan media pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press.

Choi, H. J., & Johnson, S. D. (2005). The effect of context-based video instruction on learning and motivation in online courses. American Journal of Distance Education, 19(4), 215–227. https://doi.org/10.1207/s15389286ajde1904_3

Daryanto. (2010). Media pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Donkor, F. (2011). Assessment of learner acceptance and satisfaction with video-based instructional materials for teaching practical skills at a distance. The International Review of Research in Open and Distributed Learning, 12(5), 74–92. https://doi.org/10.19173/irrodl.v12i5.953

Hadi, S. (2017). Efektivitas penggunaan video sebagai media pembelajaran untuk siswa sekolah dasar. In Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Dasar 2017 (hal. 96–102). Malang: Universitas Negeri Malang. Diambil dari http://pasca.um.ac.id/conferences/index.php/sntepnpdas/article/view/849/521

Hakim, L. (2017). Pengembangan media video pembelajaran untuk mengembangkan karakter disiplin siswa di SDN Adisucipto 02. E-Jurnal Skripsi Mahasiswa TP, 6(8), 777–787. Diambil dari http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/fiptp/article/download/8423/8024

Handziko, R. C., & Suyanto, S. (2015). Pengembangan video pembelajaran suksesi ekosistem untuk meningkatkan motivasi belajar dan penguasaan kosep mahasiswa biologi. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 1(2), 212–224. https://doi.org/10.21831/jipi.v1i2.7508

Hsin, W.-J., & Cigas, J. (2013). Short videos improve student learning in online education. J. Comput. Sci. Coll., 28(5), 253–259. Diambil dari http://dl.acm.org/citation.cfm?id=2458569.2458622

Isiaka, B. (2007). Effectiveness of video as an instructional medium in teaching rural children agricultural and environmental sciences. International Journal of Education and Development using ICT, 3(3), 105–114. Diambil dari https://www.learntechlib.org/p/42274/

Kurniawan, R. M., & Soeprajitno, S. (2017). Pengembangan media video pembelajaran materi pokok invertebrata mata pelajaran biologi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA di SMA Persatuan Tulangan Sidoarjo. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 8(2), 1–6. Diambil dari http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jmtp/article/view/20947/19213

Lee, W. W., & Owens, D. L. (2004). Multimedia-based instructional design : computer-based training, web-based training, distance broadcast training, performance-based solutions. New Jersey: John Wiley & Sons.

Ljubojevic, M., Vaskovic, V., Stankovic, S., & Vaskovic, J. (2014). Using supplementary video in multimedia instruction as a teaching tool to increase efficiency of learning and quality of experience. The International Review of Research in Open and Distributed Learning, 15(3), 275–291. https://doi.org/10.19173/irrodl.v15i3.1825

Makarem, S. C. (2015). Using online video lectures to enrich traditional face-to-face courses. International Journal of Instruction, 8(2), 155–164. Diambil dari https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1085302.pdf

Mayer, R. E. (2003). The promise of multimedia learning: using the same instructional design methods across different media. Learning and Instruction, 13(2), 125–139. https://doi.org/10.1016/S0959-4752(02)00016-6

Munadi, Y. (2012). Media pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press.

Pontoh, O. (2011). Peranan nelayan terhadap rehabilitasi ekosistem hutan bakau (mangrove). Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 7(2), 73–79. Diambil dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JPKT/article/view/181/144

Restu, R., Berutu, N., Ridha Syafii Damanik, M., & Suriani Harefa, M. (2017). Model of mangrove ecosystem utilization as media and learning resources of environmental education at senior high school. In Proceedings of the lst International Cohference on Geography and Education (ICGE 2016). Paris, France: Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/icge-16.2017.64

Riduwan. (2010). Dasar-dasar statistika. Bandung: Alfabeta.

Riyana, C. (2007). Pedoman pengembangan media video. Jakarta: P3AI UPI.

Salina, L., Ruffinengo, C., Garrino, L., Massariello, P., Charrier, L., Martin, B., … Dimonte, V. (2012). Effectiveness of an educational video as an instrument to refresh and reinforce the learning of a nursing technique: a randomized controlled trial. Perspectives on Medical Education, 1(2), 67–75. https://doi.org/10.1007/s40037-012-0013-4

Saparinto, C. (2007). Pendayagunaan ekosistem mangrove. Semarang: Dahara Prize.

Setyosari, P. (2012). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana.

Sudiarta, I. G. P., & Sadra, I. W. (2016). Pengaruh model blended learning berbantuan video animasi terhadap kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 49(2), 48–58. https://doi.org/10.23887/jppundiksha.v49i2.9009

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suryansah, T., & Suwarjo, S. (2016). Pengembangan video pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa kelas IV SD. Jurnal Prima Edukasia, 4(2), 209–221. https://doi.org/10.21831/jpe.v4i2.8393

Utami, D. L., Wibowo, Y., & Rahayu, T. (2017). Penyusunan media pembelajaran video animasi sistem saraf untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kasihan Bantul. Jurnal Prodi Pendidikan Biologi, 6(2), 39–46. Diambil dari http://journal.student.uny.ac.id/ojs/ojs/index.php/pbio/article/view/6176/5885

Yusriya, A., Santosa, K., & Priyono, B. (2014). Pengembangan video pembelajaran materi klasifikasi hewan sebagai suplemen bahan ajar biologi SMP. Unnes Journal of Biology Education, 3(1), 26–34. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujbe/article/view/4152/3789

Zhang, D., Zhou, L., Briggs, R. O., & Nunamaker, J. F. (2006). Instructional video in e-learning: Assessing the impact of interactive video on learning effectiveness. Information & Management, 43(1), 15–27. https://doi.org/10.1016/j.im.2005.01.004




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/bioedukatika.v6i2.8844

Article Metrics

Abstract view : 275 times
PDF - 115 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Universitas Ahmad Dahlan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JURNAL BIOEDUKATIKA
ISSN 2338-6630 (Print)
ISSN 2541-5646 (Online)

Published by Universitas Ahmad Dahlan


View J.Bioedukatika Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.