Analisis komponen penyusun desain kegiatan laboratorium bioteknologi

Iseu Laelasari, Bambang Supriatno

Abstract


Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tiga komponen utama dalam desain kegiatan laboratorium bioteknologi yakni tujuan, proses dan pertanyaan  yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruksi terhadap desain kegiatan laboratorium tersebut. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dengan mengambil 10 sampel desain kegiatan laboratorium yang terdapat di sepuluh SMA Negeri di kota Bandung. Peneliti mengembangkan instrument berupa tabel deskriptif yang digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara komponen tujuan, proses dan pertanyaan. Hasil menunjukkan bahwa praktikum secara keseluruhan mengarah pada kategori meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran dan mengembangkan keterampilan dasar. Hanya 20% tujuan praktikum mengacu pada indikator hasil penjabaran Kompetensi Dasar, tergambar dalam langkah kerja dan dapat dicapai setelah melakukan kegiatan laboratorium, 20% proses sesuai dengan tujuan, berstruktur logis, sistematis, serta tepat dalam menghasilkan data, dan temuan mengungkap hanya 39,28% pertanyaan yang bersesuaian dengan tujuan dan proses. Sisanya bermasalah terutama dalam hal tidak tergambarnya tujuan dalam langkah kerja, tidak dapat dicapainya tujuan, proses tidak mengacu pada tujuan, tidak logis, dan juga tidak sistematis, tidak menghasilkan data yang diharapkan, serta tidak mengacunya pertanyaan pada tujuan ataupun proses. Hasil tersebut merupakan temuan yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan rekonstruski terhadap desain kegiatan laboratorium bioteknologi.

 

Analysis of the components of the design of biotechnology laboratory activities. The aims of this study was to describe the components of objectives, processes, and questions in Biotechnology lab activities design that can used as a basis for reconstruction it. Sample was taken purposively by taking 10 samples of lab activities design in 10 SMA Negeri in Bandung. Researchers developed descriptive table as instrument that used to analyze the interrelations between objective, process and questions. The results show that overall lab objectives leads to category of developing basic skills and improving understanding of subject matter. There are only 20% of objectives which refer to Basic Competence outcome indicator, illustrated in activity step, and can be achieved after lab activities, 20% of process refers to objectives, systematic and logical structure, and can produce correct data, and only 39,28% of questions refer to objectives and processes. The rest is problematic especially in event that objectives are not illustrated in activity steps, objectives can not be achieved, process is not referring to objectives, not systematic and illogical, and does not produce expected data, question does not refer to objectives or process. These results are findings can be used as a basic for reconstruction lab activities design of biotechnology.


Keywords


Desain kegiatan laboratorium; Tujuan praktikum; Proses kegiatan laboratorium; Pertanyaan praktikum; Bioteknologi

Full Text:

PDF

References


Abrahams, I. (2009). Does practical work really motivate? A study of the affective value of practical work in secondary school science. International Journal of Science Education, 31(17), 2335–2353. https://doi.org/10.1080/09500690802342836

Abrahams, I., & Millar, R. (2008). Does practical work really work? A study of the effectiveness of practical work as a teaching and learning method in school science. International Journal of Science Education, 30(14), 1945–1969. https://doi.org/10.1080/09500690701749305

Basey, J. M., Maines, A. P., Francis, C. D., & Melbourne, B. (2014). An evaluation of two hands-on lab styles for plant biodiversity in undergraduate biology. CBE—Life Sciences Education, 13(3), 493–503. https://doi.org/10.1187/cbe.14-03-0062

Croker, K., Andersson, H., Lush, D., Prince, R., & Gomez, S. (2010). Enhancing the student experience of laboratory practicals through digital video guides. Bioscience Education, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.3108/beej.16.2

Dahar, R. W. (2011). Teori-teori belajar. Jakarta: Erlangga.

Hasibuan, J. J., & Moedjiono. (2008). Proses belajar mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kemendikbud. (2014). Konsep dan implementasi kurikulum 2013. Jakarta. Diambil dari https://www.kemdikbud.go.id/kemdikbud/dokumen/Paparan/Paparan Wamendik.pdf

Lagowski, J. J. (2002). The role of the laboratory in chemical education. Austin, Texas. Diambil dari http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.567.5825&rep=rep1&type=pdf

Lee, S. W.-Y., Lai, Y.-C., Alex Yu, H.-T., & Lin, Y.-T. K. (2012). Impact of biology laboratory courses on students’ science performance and views about laboratory courses in general: innovative measurements and analyses. Journal of Biological Education, 46(3), 173–179. https://doi.org/10.1080/00219266.2011.634017

Longo, C. M. (2011). Designing inquiry-oriented science lab activities. Middle School Journal, 43(1), 6–15. https://doi.org/10.1080/00940771.2011.11461788

Millar, R. (2004). The role of practical work in the teaching and learning of science. Washington. Diambil dari http://sites.nationalacademies.org/cs/groups/dbassesite/documents/webpage/dbasse_073330.pdf

Newton, S. (2006). International practical science guide: Advice and activities for primary and secondary science in the classroom. The Association for Science Education and University of Cambridge International Examinations.

Rustaman, A., & Wulan, A. R. (2007). Kegiatan laboratorium dalam pembelajaran biologi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Rustaman, N., Dirdjosoemarto, S., Yudianto, S. A., Achmad, Y., Subhekti, R., Rochintaniawati, D., & Nurjhani, M. (2003). Strategi belajar mengajar biologi. Malang: UM Press.

Supriatno, B. (2007). Profil lembar kegiatan biologi siswa sekolah menengah. dalam Proseding Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Biologi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Supriatno, B. (2009). Uji langkah kerja laboratorium biologi sekolah. dalam Proseding Seminar Nasional Jurusan Pendidikan Biologi. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Tapilouw, F. S., & Saefudin. (2008). Pembelajaran berbasis laboratorium untuk meningkatkan penguasaan konsep dan sikap ilmiah siswa tentang sistem pencernaan makanan. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(3), 301–308.




DOI: http://dx.doi.org/10.26555/bioedukatika.v6i2.10592

Article Metrics

Abstract view : 14 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Universitas Ahmad Dahlan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


JURNAL BIOEDUKATIKA
ISSN 2338-6630 (Print)
ISSN 2541-5646 (Online)

Published by Universitas Ahmad Dahlan


View J.Bioedukatika Stats
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.